Laman

Jumat, 21 Juni 2013

Gatal Pada Vagina



Gatal Pada Vagina ~  Gatal pada vagina, sudah tentu sangatlah menggangu.Banyak hal yang menyebabkannya, gatal pada vagina pada umumnya disebabkan oleh jamur, jamur tersebut tumbuh dikarenakan kelembaban vagina yang kurang terkontrol atau kurang menjaga kebesihan vagina. Gatal pada vagina dapat juga disebabkan oleh bakteri, sebagai contoh bakteri Treponema Pallidum.Bakteri Treponema Palidum merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit Sipilis atau Raja Singa, jika ini penyebab gatalnya maka anda harus segera melakukan pengobatan.Penyakit Raja singa merupakan penyakit menular seksual yang sangat mudah sekali menular melalui hubungan seks yang tidak aman atau seks bebas.






Gejala Menderita Sipilis,Raja Singa

Gejala biasanya mulai muncul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi; rata-rata 3-4 minggu. Infeksi bisa menetap selama bertahun-tahun.

Infeksi oleh Treponema pallidum berlangsung melalui beberapa tahapan:


Fase Primer.
Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri (cangker/chancre) pada tempat yang terinfeksi; yang tersering adalah pada penis, vulva atau vagina. Cangker juga bisa ditemukan di anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, jari-jari tangan atau bagian tubuh lainnya. Biasanya penderita hanya memiliki satu ulkus, tetapi kadang-kadang dapat terbentuk beberapa ulkus. Cangker berawal sebagai suatu daerah tonjolan kecil yang dengan segera berubah menjadi suatu ulkus (luka terbuka), tanpa disertai nyeri. Luka tersebut tidak mengeluarkan darah, tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan jernih yang sangat menular. Kelenjar getah bening terdekat biasanya akan membesar, juga tanpa disertai nyeri. Luka tersebut hanya menyebabkan sedikit gejala sehingga seringkali tidak dihiraukan. Luka biasanya membaik dalam waktu 3-12 minggu dan sesudahnya penderita tampak sehat secara keseluruhan.

Bakteri menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan timbulnya ruam yang meluas, pembesaran kelenjar getah bening, dan juga gejala-gejala pada organ tubuh lainnya. Ruam kulit biasanya dimulai dalam waktu 6-12 minggu setelah terinfeksi. Ruam biasanya tidak gatal atau nyeri dan biasanya terdapat pada telapak tangan atau telapak kaki. Ruam ini bisa berlangsung sebentar atau dapat juga selama berbulan-bulan. Meskipun tidak diobati, ruam ini akan menghilang, tetapi dapat muncul kembali dalam waktu beberapa minggu atau bulan kemudian.

Tonjolan-tonjolan kecil (papul) yang disebut condyloma lata dapat muncul pada daerah yang lembab di kulit, misalnya ketiak, genital, dan anus. Papul yang nyeri ini sangat menular. Papul dapat pecah dan mengeluarkan cairan. Pada fase sekunder juga sering ditemukan luka pada mulut.

Sifilis stadium sekunder juga dapat menyebabkan terjadinya demam, kelelahan, hilangnya nafsu makan, dan penurunan berat badan. Sekitar 50% penderita mengalami pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh dan sekitar 10% penderita mengalami peradangan pada mata. Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur.

Sekitar 10% penderita mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai nyeri. Peradangan pada ginjal bisa menyebabkan bocornya protein ke dalam air kemih. Peradangan pada hati bisa menyebabkan sakit kuning (jaundice). Sejumlah kecil penderita mengalami peradangan pada selaput otak (meningitis sifilitik akut), yang menyebabkan sakit kepala, kaku kuduk dan ketulian.

Fase Laten.
Setelah penderita sembuh dari fase sekunder, penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun atau bahkan sepanjang hidup penderita. Pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul.


Fase Tersier.
Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya. Gejala bervariasi mulai dari yang ringan sampai sangat parah. Gejala ini terbagi menjadi 3 kelompok utama :

  •     Sifilis tersier jinak. 
Benjolan yang disebut gumma muncul di berbagai organ dan tumbuh perlahan. Benjolan kemudian sembuh secara bertahap dan meninggalkan jaringan parut. Benjolan ini bisa ditemukan di hampir semua bagian tubuh, tetapi yang paling sering adalah pada tungkai, tubuh bagian atas, wajah dan kulit kepala. Tulang juga bisa terkena, menyebabkan nyeri menusuk yang sangat dalam dan biasanya semakin memburuk di malam hari.
  •     Sifilis kardiovaskuler.  
Biasanya muncul 10-25 tahun setelah infeksi awal. Bisa terjadi aneurisma aorta atau kebocoran katup aorta. Hal ini bisa menyebabkan nyeri dada, gagal jantung atau kematian.
  •     Neurosifilis. 
Sifilis pada sistem saraf terjadi pada sekitar 5% penderita yang tidak diobati. 3 jenis utama neurosifilis adalah neurosifilis meningovaskuler, neurosifilis paretik dan neurosifilis tabetik.
Neurosifilis meningovaskuler.
 Arteri pada otak atau medula spinalis menjadi meradang dan menyebabkan terjadinya meningitis kronis. Gejala yang terjadi tergantung pada bagian yang terkena, apakah otak saja atau otak dengan medulla spinalis:
  • Jika hanya otak yang terkena akan timbul sakit kepala, pusing, gangguan konsentrasi, kelelahan, sulit tidur, kaku kuduk, pandangan kabur, kejang, pembengkakan saraf mata (papiledema), kelainan pupil, gangguan berbicara (afasia) dan kelumpuhan anggota gerak pada separuh badan.
  •  Jika menyerang otak dan medulla spinalis gejala berupa kesulitan dalam mengunyah, menelan dan berbicara; kelemahan dan penciutan otot bahu dan lengan; kelumpuhan disertai kejang otot (paralisa spastis); ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih dan peradangan sebagian dari medulla spinalis yang menyebabkan hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih serta kelumpuhan mendadak yang terjadi ketika otot dalam keadaan kendur (paralisa flasid).

Neurosifilis paretik.
Berawal secara bertahap sebagai perubahan perilaku pada usia 40-50 tahun. Secara perlahan penderita mulai mengalami demensia. Gejala yang muncul berupa kejang, kesulitan dalam berbicara, kelumpuhan separuh badan yang bersifat sementara, mudah tersinggung, kesulitan dalam berkonsentrasi, kehilangan ingatan, sakit kepala, sulit tidur, lelah, letargi, kemunduran dalam kemampuan untuk membersihkan diri dan berpakaian, perubahan suasana hati, lemah dan kurang tenaga, depresi, adanya khayalan akan kebesaran dan penurunan persepsi.

Neurosifilis tabetik.
Disebut juga tabes dorsalis.
Merupakan suatu penyakit medulla spinalis yang progresif, yang timbul secara bertahap. Gejala awalnya berupa:
  • Nyeri menusuk yang sangat hebat pada tungkai yang hilang-timbul secara tidak teratur. Penderita berjalan dengan goyah, terutama dalam keadaan gelap dan berjalan dengan kedua tungkai yang terpisah jauh, kadang sambil mengentakkan kakinya.
  • Penderita tidak dapat merasakan kandung kemihnya penuh sehingga pengendalian terhadap kandung kemih hilang dan sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Bisa terjadi impotensi.
  • Bibir, lidah, tangan dan seluruh tubuh penderita gemetaran. Tulisan tangannya miring dan tidak terbaca.
  • Sebagian besar penderita berperawakan kurus dengan wajah yang memelas.
Mereka mengalami kejang disertai nyeri di berbagai bagian tubuh, terutama lambung. Kejang lambung bisa menyebabkan muntah. Kejang yang sama juga terjadi pada rektum, kandung kemih dan pita suara.
Rasa di kaki penderita berkurang, sehingga bisa terbentuk luka di telapak kakinya. Luka ini bisa menembus sangat dalam dan pada akhirnya sampai ke tulang di bawahnya.
Karena rasa nyeri sudah hilang, maka sendi penderita bisa mengalami cedera.

Jangan Tunggu Penyakit Anda Menjadi Semakin Parah... Segeralah Diobati..











   

Pantangan dan Anjuran   

Hindari makanan seperti;
  • Daging,terutama daging kambing,Babi,
  • Ikan,terutama Ikan bandeng. tongkol,ikan asin,cumi,udang,kepiting,seafood.
  • Ayam broiler,telor
  • Mentimun, kol..
  • Kopi,susu dan minuman bersoda/beralkohol
 Tips..
  • Jaga kebersihan..hati dan pikiran..serta berdo'a.
  • Usahakan alat vital dlm keadaan kering.
  • Cuci pakian dalam,terpisah.Sebelumnya, rendam pakai air panas sekitar 5menit.   
  • Untuk menekan perkembangan bakteri,sambil menunggu obat, sebaiknya makan bawang putih mentah sekali makan 3siung ukuran sedang ,3xsehari,jika tidak kuat langsung makan..bawang putih dapat diiris kecil2,diminum seperti minum obat.  
  • Jangan begadang 
  • Perbanyak minum air putih hangat.
  • Obat harus dihabiskan sesuai aturan minumnya.. 
  • Untuk membantu melancarkan kencing dan menjaga stamina , makan semangka beserta putihnya,dan minum jus alpukat.
De Nature Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.